Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan

03 Januari 2017

Tabung gas tidak meledak, tapi bocor dan terbakar




Sekedar untuk diketahui tabung gas tidak meledak, biarpun sudah bocor dan api hidup, bakar sampai gasnya habispun tabungnya tidak akan meledak. masyarakat jangan bingung jika media massa selalu memasang judul berita tabung gas meledak. karena jika judul berita tidak heboh, berita juga tidak heboh. jadi sekedar untuk diketahui seringnya penyebab kejadian ledakan gas adalah gas bocor yang terkumpul didalam ruangan tertutup, dan terpicu oleh gesekan api(seringkali terpicu oleh alat2 elektronik)

Jika terjadi kebocoran gas dirumah anda, segera matikan MCB/stut PLN, hilangkan semua benda yang bisa memicu api, buka semua pintu dan jendela biarkan udara bersirkulasi, lalu bawa tabung gas ketempat terbuka.

Jika tabung gas terlanjur terbakar, jangan lari! karena hanya akan menyebabkan kebakaran rumah.
beranikan diri menutup tempat yang bocor dengan jari (karena lebih mudah dan lebih cepat) jika kebocoran hanya di selang, cukup lepaskan regulator dan masalah akan selesai.!
Foto2 dibawah menunjukkan tabung gas yang terbakar sampai gosong, tetapi tabung masih utuh! itu menunjukkan tabung gas tidak pernah meledak.

11 November 2015

Panduan Praktis Penanganan Kebakaran


Api bisa menyebar secara cepat; tidak ada waktu untuk mengumpulkan barang-barang berharga. Dalam waktu 2 menit, api bisa mengancam nyawa anda. Dalam waktu 5 menit, rumah bisa ludes dimangsa api.

Panas dan asap dari kebakaran bisa menjadi lebih berbahaya dari pada api itu sendiri. Menghirup asap yang panas, bisa membuat paru-paru anda terluka. Api menghasilkan gas beracun yang membuat anda merasa bingung dan ngantuk. Alih-alih terbangun oleh api, anda bisa saja malah menjadi semakin tertidur/ngantuk. Aspiksiasi (kekurangan oksigen) merupakan penyebab terbesar kematian pada kebakaran, melebihi jumlah kematian akibat terbakar, dengan rasio satu banding tiga.

Sebelum Kebakaran:
ü  Pasang detektor asap/api di rumah
ü  Berlatihlah dengan segenap anggota keluarga untuk menyelamatkan diri ketika rumah terbakar
ü  Pastikan jendela tidak dipaku atau terkunci mati. Pastikan teralis jendela dapat dibuka dari dalam
ü  Pertimbangkan untuk memiliki tangga darurat jika rumah anda bertingkat
ü  Jangan pergunakan bahan-bahan mudah terbakar seperti bensin, napthan, atau yang serupa itu di dalam rumah
ü  Letakkan korek api di tempat yang tinggi, jauh dari jangkauan anak-anak
ü  Jangan merokok di tempat tidur, ketika ngantuk atau ketika minum obat
ü  Jangan beri beban listrik berlebih pada saklar listrik
ü  Jika perlu, miliki alat pemadam api.

Ketika Kebakaran:
ü  Jika baju anda terbakar api:
-         Berhenti, rebahkan diri dan berguling – sampai apinya padam. Berlari hanya akan membuat api terbakar semakin cepat
ü  Ketika hendak keluar dari kebakaran:
-     Periksa pintu keluar yang tertutup dengan bagian punggung tangan. Jika pintunya panas, jangan dibuka, karena ada kemungkinan api di baliknya. Jika pintunya dingin, buka perlahan-lahan, pastikan tidak ada api dan asap yang menghalangi anda
-         Merayaplah menuju jalan keluar – asap yang pekat dan gas beracun akan terakumulasi terlebih dahulu di bagian atas
-          Tutup pintu di belakang anda setelah anda melewatinya untuk mengurangi persebaran api
-     Jika anda telah berhasil keluar, tetaplah di luar. Jangan masuk lagi. Telpon pemadam kebakaran (113 atau 1131).

Setelah Kebakaran:
ü  Jika anda terkena api/terbakar, telpon ambulan (118 dan 119); dinginkan dan tutupi luka bakar untuk mengurangi terjadinya luka atau infeksi
ü   Jika anda merasakan adanya panas atau asap ketika memasuki bangunan, segera evakuasi.